Informasi Seminar

CALCULATING PROJECT OWNERS ESTIMATE (OE/HPS) WITH MICROSOFT PROJECT APPLICATION

CALCULATING PROJECT OWNERS ESTIMATE (OE/HPS) WITH MICROSOFT PROJECT APPLICATION

Hotel / Executive Club – Jakarta, 5- 7 Agustus  2009 | Rp 2.950.000,-


PENGANTAR

Proyek diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu, dengan alokasi sumber daya terbatas dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang telah ditentukan. Keberhasilan suatu proyek bergantung pada sejauh mana proyek tersebut dapat memenuhi kriteria keberhasilan proyek. Kriteria tersebut antara lain : manfaat  proyek, kualitas  proyek , jangka waktu  penyelesaian dan biaya yang dikeluarkan.

Owner Estimate (OE)  atau Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perkiraan harga pengadaan barang/jasa yang dianalisa secara profesional dan disyahkan oleh eksekutif yang memiliki otoritas. Owner Estimate (OE) berfungsi berbagai acuan dalam melakukan evaluasi harga penawaran barang dan jasa dengan  tujuan untuk mendapatkan harga penawaran yang wajar, dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dilaksanakan oleh rekanan sesuai dengan ketentuan kontrak. Dengan demikian, penyusunan Project Owners Estimate merupakan kunci keberhasilan Project Management sebuah perusahaan. Workshop ini akan dipandu oleh beberapa pembicara yang yang memiliki pengalaman di bidang project dan purchasing management yang luas serta pengetahuan statistik dan akuntansi yang mendalam. Kepada setiap peserta seminar, akan diberikan software untuk perhitungan Owner Estimate. Materi yang dibahas akan sangat bermanfaat untuk perhitungan OE Proyek dan OE pengadaan barang dan atau jasa.

Di dalam Pelatihan  ini juga akan dibahas konsep dan aplikasi manajemen proyek secara mendalam dan aplikasi MS Project beserta software lain yang diperlukan. Pelatihan akan diberikan dengan case method.


MATERI PELATIHAN

1. Konsep  Manajemen Proyek.

  • Karakteristik manajemen proyek
  • Project stakeholder.
  • Manajemen proyek dan perencanaan organisasi proyek.
  • Kriteria keberhasilan proyek.
  • Project Triple Constraints.
  • Peran Penting  Sumber daya manusia

2. Perencanaan Proyek dengan Network Planning.

  1. Definisi proyek
  2. Penyusunan jadual
  3. Network Planning
  4. Critical Path Method(CPM)
  5. Program Evaluation dan Review Techniques (PERT)
  6. Menerjemahkan network planning menjadi bar chart

3. Teknik Crash Program.

  • Kriteria Crash Program
  • Teknik dan optimasi crash program dengan linear programming
  • Analisa biaya crash program.

4. Struktur Biaya Proyek Sebagai Dasar Perhitungan OE.

  • Bahan langsung.
  • Buruh langsung.
  • Overhead.

5. Perhitungan Owners Estimate(OE) Material.

  • Harga kontrak masa lalu.
  • Harga pasar.
  • Harga yang berasal dari proposal pemasok.
  • Harga yang berasal dari perhitungan biaya produksi.
  • Target Pricing.
  • Beberapa alternatif penentuan Owners Estimate material.

6. Teknik Penyusunan Anggaran Proyek dengan Konsep Activity-Based Budgeting (ABB)

  • Mengenal konsep ABB ( Activity-Based Budgeting).
  • Proyek adalah kumpulan aktifitas.
  • Teknik perhitungan biaya setiap aktifitas.
  • Aplikasi konsep Activity-Based Budgeting dalam menyusun anggaran proyek.
  • Teknik penyusunan Project Cash Budget.

7. Perhitungan OE dan Perencanaan  Material dengan MRP (Material Requirement Planning).

  • Network planning sebagai dasar jadual pengadaan.
  • Penentuan Bill of Material setiap aktifitas dalam Network Planning.
  • Inventarisasi stock on hand dan material scheduled receipt.
  • Identifikasi lead time setiap jenis material.
  • Tahapan implementasi MRP untuk perencanaan material proyek.
  • Perhitungan Owners Estimate material yang digunakan.
  • Latihan Perhitungan MRP Proyek.

8. Discounted Cashflow Analysis.

  • Time value of money.
  • Cashflow analysis.
  • Net Present Value (NPV).

9. Aplikasi Konsep Total Cost of Ownership (TCO) untuk Pemilihan Peralatan (Equipment).

  • Perbedaan antara Cost dan Price.
  • Memilih peralatan dengan konsep Net Present Value (NPV).

10. Teknik Evaluasi Jadual Proyek.

  • Membandingkan rencana jadual dengan jadual aktual.
  • Analisis deviasi jadual.
  • Analisis cause and effect diagram dengan teknik Ishikawa.
  • Rekomendasi tindakan.

11. Teknik Evaluasi Biaya Proyek.

  • Membandingkan biaya anggaran biaya setiap aktifitas proyek  dengan biaya aktual.
  • Analisis variansi biaya.
  • Cause and effect analysis biaya proyek.

12. Pengendalian Proyek.

  • Dasar dan tujuan pengendalian proyek
  • Kurva S
  • Pengendalian waktu dan biaya
  • Pengendalian kontraktor
  • Pengendalian mutu

13. Studi Kasus dan Praktek Penggunaan Microsoft Project.


LEAD TRAINER

Ir. Asep Saefulbachri , MBA., MM.

Beliau mendapatkan gelar MBA-nya dari Asian Institute of Management pada tahun 1992 dan Magister Management dari sekolah Tinggi Manajemen Bandung (telkom) pada tahun 1996. Lulusan Teknik Industri ITB pada tahun 1981 ini mengikuti banyak training & pelatihan di dalam dan luar negeri, antara lain yang di adakan oleh: Arizona State university USA, ATI-Edmonto, Canada, dan Siemens-Munich West Germany.

Sebagai direktur sebuah training organizer dan konsultan di bidang management, beliau juga aktif memberikan training-training untuk Opration Managenet, Purchashing, Production, Logistic & Supply Chain Management, Business & financial Management, dan lain – lain. Beliau juga memberikan mata kuliah untuk Logistic & Supply Chain Management dan financial Management di program Pasca Sarjana Fakultas Teknik Industri Universitas Pasundan Bandung.


Workshop Investment :

  • Rp 2.950.000,-
  • Including   : Training Kit (CD modules, Hand-out), Certificate, Lunch and snacks.


PERUSAHAAN YANG TELAH MENGIKUTI PROGRAM TRAINING PARTNER INI:

BAPPENAS, BNI Card Center,

CARE International Indonesia,

Graha Niaga,

GS Battery,

Majalah Warta Ekonomi,

PT BMB Eksport,

PT. Air Mancur,

PT. Amoco Mitsui PTA Indonesia,

PT. AMWAY Indonesia,

PT. Argha Karya Prima Industry Tbk,

PT. Astra Honda Motor,

PT. Badak Natural Gas Linguefaction (NGL),

PT. Bank BII,

PT. Bank Central Asia Tbk, Kantor Wilayah VIII,

PT. Bank Negara Indonesia Tbk,

PT. Bank Permata Tbk,

PT. BMB Eksport,

PT. Century Batteries Indonesa,

PT. Chakra Jawara,

PT. Combiphar,

PT. Dankos Farma,

PT. Dharmala Polimetal,

PT. Diebold Indonesia,

PT. EDS Manufacturing Indonesia,

PT. Freeport Indonesia,

PT. Geodipa Energi,

PT. Gramedia Cikarang Plant,

PT. Henkel Indonesien,

PT. Hexindo Adiperkasa Tbk,

PT. Indofood Sukses Makmur,

PT. Indomobil Suzuki International,

PT. Indosat Tbk,

PT. Irawan Prima Utama,

PT. ISM Bogasari Flour Mills,

PT. Jati Piranti Solusindo,

PT. Kompas Media Nusantara,

PT. Matahari Putra Prima,

PT. Merapi Utama Pharma,

PT. Metito Indonesia,

PT. Nagasakti Paramashoes Industry,

PT. Nalco Indonesia,

PT. Nissan Motor Indonesia,

PT. Nutrifood Indonesia,

PT. Orang Tua Group,

PT. Panca Prima Eka Brother,

PT. Paras Megah Utama,

PT. Polifyn Canggih – Bandung,

PT. Prima Inreksa Industries,

PT. Pupuk Sriwijaya / Diklat,

PT. Radiant Utama Interinsco,

PT. Rekayasa Industri,

PT. Repex Wahana,

PT. Rintis Sejahtera,

PT. Ritra Cargo Indonesia,

PT. Samudera Indonesia,

PT. San Miguel Purefoods Indonesia,

PT. Sari Husada Tbk,

PT. Serasi Autoraya (Trac Astra Rent a Car),

PT. Siemens Indonesia,

PT. Siwali Swantika,

PT. Smart Tbk,

PT. Sucofindo (Persero),

PT. Sumberdaya Sewatama,

PT. Surveyor Indonesia,

PT. Syarikat Takaful Indonesia,

PT. TeamworX Indonesia,

PT. Terralog Teknologi Indonesia,

PT. United Tractors.


 

Posted in: Project Management

Post a Comment